TRIK MENGUNGKAPKAN PENGALAMAN DAN MENYAMPAIKAN PENGUMUMAN

Tentang Pengalaman

Untuk menceritakan pengalaman, kita harus ingat betul urutannya, kalau perlu kita dapat menulisnya terlebih dahulu supaya tidak ada satu bagian cerita yang terlupakan. Menyampaikan suatu pengalaman atau menceritakan sebuah pengalaman memang tidak mudah apalagi saat kita menyampaikan pengalaman kita pada sebuah forum. Hal tersebut adalah salah satu keterampilan yang perlu dipelajari, Pengalaman adalah segala sesuatu yang kamu lihat, amati, teliti, dengar, dan sebagainya.

Tidak sedikit dari kita yang merasa minder atau kurang percaya diri. Perasaan takut tidak bisa diterima oleh audiens adalah salah satu hal yang paling sering memicu rasa kurang percaya diri kita.

Ada beberapa cara berikut ini yang mungkin bisa kita lakukan saat akan bercerita.

Menceritakan Pengalaman yang Paling Mengesankan dengan Menggunakan Pilihan Kata dan Kalimat Efektif

Pengalaman adalah peristiwa atau kejadian yang pernah dialami seseorang. Pengalaman seseorang tentu berbeda-beda. Ada pengalaman yang mengesankan, menyedihkan, atau menakutkan. Pengalaman seseorang terkadang dapat menjadi pelajaran juga bagi orang lain. Yang mengetahuinya.

Setiap orang tentu memiliki pengalaman yang mengesankan. Pengalaman mengesankan tentu akan selalu teringat sampai kapan pun. Jika kamu ingin menceritakan pengalaman yang mengesankan dalam hidupmu, ikutilah langkah-langkah berikut.

  • Pilihlah sebuah pengalaman yang paling berkesan bagimu yang ingin kamu ceritakan.
  • Susunlah ceritamu dalam susunan yang teratur, misalnya dimulai dari bagian pembukaan, lalu isinya, dan terakhir bagian penutupnya. Jika diberi waktu, ada baiknya ceritamu itu ditulis dahulu kerangka ceritanya. Dengan kerangka cerita, kamu dapat bercerita dengan. Mudah, lancar, dan teratur susunannya.
  • Berceritalah dengan pilihan kata yang baik, mudah dipahami, serta menggunakan kalimatkalimat efektif. Kamu dapat menggunakan kata-kata yang bermakna denotatif maupun konotatif. Kamu juga dapat menggunakan ungkapan, istilah khusus, atau majas yang sesuai dengan ceritamu.
  • Sewaktu becerita, gunakan ekspresi wajah dan gerak tubuh yang dapat menunjang penyampaian ceritamu. Jangan lupa, tataplah mata pendengarmu agar mereka dapat merasa “terlibat” dengan ceritamu.
  • Aturlah volume suaramu agar dapat terdengar jelas. Selain itu, perhatikan kejelasan pengucapan dan intonasimu agar pendengar mudah menangkap ceritamu.

 

Contoh:

Teman-teman, pengalaman saya yang paling mengesankan adalah waktu saya manggung di perayaan 17 Agustusan di kompleks rumah. Waktu itu, saya menari tari nasional bersama tiga orang teman. Selagi asyik menari, saya merasa ikatan kain yang saya pakai mulai kendur. Maklum, saya, kan, memakai kostum baju kurung dan kain semacam songket tipis. Gerakan saya mulai kacau. Saya berusaha menahan agar kain tidak melorot.

Lama-lama, karena saya terus menari, tali pengikat kain terlepas. Kain saya pun melorot! Aduh, betapa malunya saya!

Menyampaikan Pengumuman dengan Intonasi yang Tepat serta Menggunakan Kalimat yang Lugas dan Sederhana

Pengumuman adalah suatu informasi penting yang harus diberitahukan kepada pendengarnya. Agar pengumuman dapat diterima dengan baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Kalimatnya harus efektif, yaitu singkat, jelas, tapi mudah dipahami
  • Intonasi dan pelafalannya harus tepat, sehingga tidak menimbulkan salah arti/salah paham terhadap pendengarnya; dan
  • membuat penekanan pada kata atau kelompok kata yang dipentingkan dalam pengumuman tersebut.

Itulah beberapa langkah penting yang bisa kita lakukan untuk menceritakan pengalaman atau menyampaikan pengumuman. Ceritakan dengan urut, agar ceritamu bisa didekati dengan baik, dan sampaikan pengumuman yang kita terima agar bisa dengan mudah dipahami oleh mereka yang mendengarkan cerita pengalaman kita atau pengumuman yang kita terima.