KEGIATAN POKOK EKONOMI (KONSUMSI, PRODUKSI, DAN DISTRIBUSI) BARANG DAN JASA

Tentang Kegiatan pokok

Kegiatan ekonomi adalah sebuah perilaku yang dilakukan manusia dalam rangka pemenuhan kebutuhan baik berupa barang ataupun jasa. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak ada yang dapat hidup sendiri. Tidak ada seorangpun dapat membuat semua barang yang dibutuhkannya.

Adapun kegiatan ekonomi dapat diklasifikasikan menjadi tiga tahap, antara lain sebagai berikut.

Kegiatan Konsumsi Barang dan Jasa

Konsumsi artinya tindakan untuk menghabiskan atau mengurangi kegunaan barang atau jasa. Orang yang mengkonsumsi barang atau jasa disebut konsumen. Faktor utama yang mempengaruhi besar kecilnya konsumsi adalah pendapatan. Semakin besar pendapatan seseorang semakin besar pula konsumsinya. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya konsumsi.

  • Faktor harga diri terhadap lingkungan.
  • Faktor gaya hidup mewah.
  • Faktor ketamakan dan kesombongan.
  • Faktor pendapatan tinggi di masa lalu.
  • Faktor harapan memperoleh pendapatan tinggi di masa yang akan datang.

Konsumsi memiliki beberapa tujuan, yaitu secara langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia, untuk menggunakan barang dan jasa, dan secara tidak langsung menggiatkan produksi dan distribusi.

Kegiatan Produksi Barang dan Jasa

Produksi dalam arti sempit berarti menghasilkan, misalnya petani menghasilkan padi. Produksi dalam arti ekonomi, yaitu usaha untuk menghasilkan atau meningkatkan kegunaan suatu benda. Contoh, seorang pengusaha garmen memproduksi pakaian dengan bahan dasar kain. Seseorang melakukan kegiatan produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan sendiri dan juga untuk memenuhi kebutuhan orang lain.

Cabang-cabang produksi menurut lapangan usahanya

  • Bidang usaha ekstraktif, artinya mengambil langsung dari alam. Contoh, pengeboran minyak, kehutanan (luar Jawa).
  • Bidang usaha agraris, artinya mengadakan pengolahan lebih dahulu. Contoh, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan darat.
  • Bidang usaha industri, artinya proses barang dari bahan untuk menjadi barang.
  • Bidang usaha perdagangan, artinya penyampaian barang dari produsen ke konsumen tidak mengubah fungsi barang. Contoh, jual beli.
  • Bidang usaha jasa, artinya usaha di bidang pelayanan. Contoh, asuransi, transportasi, hotel, bank, dan lain-lain. Jadi. Contoh, pabrik tekstil, pabrik rokok, dan lain-lain.

Kegiatan Distribusi Barang dan Jasa

Distribusi artinya kegiatan usaha untuk menyalurkan barang-barang dan jasa dari produsen sampai ke konsumen. Orang atau lembaga yang menjalankan usaha distribusi disebut distributor. Tujuan distributor, yaitu:

  • Untuk menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
  • Agar barang hasil produksi dapat digunakan masyarakat.
  • Agar kelangsungan proses produksi dapat terjamin.
  • Agar konsumen dapat memperoleh barang hasil produksi dengan mudah.
  • Distribusi barang hasil produksi sama halnya dengan distribusi pendapatan kepada pemilik faktor-faktor produksi.

Fungsi distribusi

Distribusi dengan cara langsung (jangka pendek), yaitu dari produsen kepada konsumen. Distribusi dengan cara tidak langsung (jangka panjang), yaitu distribusi dilakukan melalui lembaga-lembaga penyalur ataupun lewat perantara-perantara dari perdagangan yang merupakan bagian dari organisasi perusahaan tersebut. Lembaga distribusi, yaitu pedagang (pedagang besar/wholesaler dan pedagang kecil/retailer).

Perantara dalam perdagangan, yaitu orang yang menjadi perantara dalam membeli maupun menjual barang dagangannya atau tanggungan orang lain atau orang yang menyuruh seperti agen (agency), makelar (broker), komisioner, agen, serta eksportir dan importir. Beberapa penjabaran singkat tentang kegiatan ekonomi diatas hanya sebagian kecil dari pengertiannya yang lebih luas. Pada hakikatnya kegiatan ekonomi diatas sudah sangat biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari hari.